TIMES KALTIM, BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kalimantan Timur, berupaya mempromosikan daya tarik Jembatan Kelomang yang dibangun menawan menyerupai hewan kelomang (keong laut) menjadi ikon wisata baru bagi Kecamatan Biduk-Biduk dan bisa menarik minat wisatawan berkunjung.
"Dengan posisi jembatan sangat strategis karena sebagai gerbang menuju destinasi wisata Pantai Sinondok, yakni pantai yang menawarkan hamparan batu koral dan panorama laut yang indah, maka keberadaan jembatan ini tentu juga menjadi ikon wisata baru sekaligus menghidupkan ekonomi warga," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Tanjung Redeb, Berau, Kamis (15/1/2026).
Sri Juniarsih menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Berau selama ini tergolong tinggi dan terus meningkat yakni pada 2023 tercatat 422.592 orang, pada 2024 mengalami kenaikan menjadi 464.163 wisatawan, sedangkan khusus selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tercatat sebanyak 36.096 orang.
Jumlah 36.096 kunjungan ini terdiri atas wisatawan nusantara mencapai 35.305 orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 791 orang.
"Berkat kunjungan dan pengelolaan wisata ini, maka pada HUT Provinsi Kalimantan Timur ke- 69 pada 9 Januari 2026 ini, Berau mendapat penghargaan Arindama Terbaik bidang pembangunan pariwisata sepanjang 2025," kata Bupati.
Sedangkan sejumlah destinasi lain di Berau yang menjadi daya tarik wisatawan nusantara maupun wisatawan asing seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, Tepian Ahmad Yani (susur sungai), Air Panas Asin Pemapak, Telaga Biru Nek Lenggo, Labuan Cermin, dan lainnya.
Menurutnya, tingkat kunjungan wisata di Berau ini tinggi dan terbaik di Kalimantan Timur, namun Berau tetap terus mempromosikan sektor wisata dalam pembangunannya, sehingga setiap potensi yang ada harus mampu digali dan terus digarap, salah satunya Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk yang kini telah memiliki Jembatan Kelomang.
Jembatan yang baru diresmikan Bupati Berau pada Selasa (13/1/2026) tersebut dibangun dengan konstruksi rangka baja girder custom, kelas jembatan tipe C, menggunakan anggaran Rp14,8 miliar, memiliki panjang 40 meter dengan lebar 4 meter.
Jembatan ini dirancang dengan identitas khas daerah pesisir, yakni bentuk kelomang menjadi simbol ketangguhan dan kearifan lokal masyarakat Teluk Sumbang, sehingga simbol diharapkan juga menjadi ikon baru dan daya tarik wisata.
"Keberadaan jembatan ini tidak hanya berorientasi pada fungsi infrastruktur semata, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan masyarakat," kata Bupati.(*)
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |